RSS

Sejarah Akuntansi Internasional


Akuntansi internasional adalah akuntansi untuk transaksi antar negara, pembandingan prinsip-prinsip akuntansi di negara-negara yang berlainan dan harmonisasi standar akuntansi di seluruh dunia. Perkembangan akuntansi internasional sekarang ini semakin pesat dan perhatian profesi akuntan pun terhadap masalah ini semakin besar. Ada tiga kemungkinan pengertian orang terhadap akuntansi internasional ini.
Pertama, konsep parent-foreign subsidiary accounting atau accounting for foreign subsidiary. Konsep ini yang paling tua. Di sini dianggap bahwa akuntansi internasional hanya menyangkut proses penyusunan laporan konsolidasi dari perusahaan induk dengan perusahaan cabang yang berada diberbagai Negara
Kedua, konsep comperative atau international accounting yang menekankan pada upaya mempelajari dan mencoba memahami perbedaan akuntansi di berbagai Negara. Di sini menyangkut mengakuan terhadap perbedaan akuntansi dan praktik pelaporan, pemgakuan terhadap prinsip dan praktik akuntansi di masing-masing Negara, dan kemapuan untuk mengetahui dampak perbedaan itu dalam pelaporan keuangan. Umumnya pengertian international accounting adalah menggunakan konsep comparative accounting ini.
Ketiga, universal atau world accounting yang berarti merupakan kerangka atau konsep di mana kita memiliki satu konsep akuntansi dunia termasuk didalamya teori dan prinsip akuntansi yang berlaku disemua Negara. Ini merupakan tujuan akhir dari international accounting.
Weirich et.al (Belkaoui, 1985) mendefinisikan akuntansi internasional sebagai berikut.
Mencakup semua perbedaan prinsip, metode dam standar akuntasi semua Negara. Termasuk didalamnya prinsip akuntasi ( GAAP) yang yang ditetapkan di tiap Negara, sehingga akuntan harus menguasai semua prinsip di semua Negara jika mempelajari akuntansi internasional. Tidak ada maksud untuk memiliki prinsip yang berlaku umum sedunia. Perbedaan ini diakui karena adanya perbedaan geografi , sosial, ekonomi, politik, dan hukum.
Menurut Belkaoui (1985) beberapa determinan yang mengakibatkan perbedaan tujuan, standar, kebijakan, dan teknik akuntansi adalah :
1. Relativisme budaya
2. Relativisme bahasa
3. Relativisme politik dan sipil
4. Relativisme ekonomi dan penduduk
5. Relativisme hukum dan pajak
Lima determinan inilah yang akan menentukan sistem palaporan dan pengungkapan di masing-masing Negara sehingga menimbulkan beberapa perbedaan antara satu Negara dengan Negara lain. Dengan demikian, diperlukan akuntansi internasinal. Belkaoui (1976) mengemukakan adanya relativisme agama dalam akuntansi khususnya agama islam yang memiliki sistem ekonomi dan keuangan tersendiri yang berdampak juga pada laporan keuangannya. Antara bank konvensional dan bank islam, ada beberapa perbedaan prinsipil seperti masalah pengenaan bunga, investasi yang sesuai dengan syariah, produk dana pihak ketiga, pembiayaan yang boleh dilakukan zakat dan sebagianya. Perbedaan ini menimbulkan perbedaan beberapa sistem atau format laporan akuntansi antara akuntansi konvesional dan akuntasi islam.
Untuk mengatasi permasalahan ini Mueller (1976) mengemukakan tiga usul, yaitu sebagai berikut :
1. Setiap perusahaan menyusun laporan keuangan primer dan sekunder
2. Single-Domicile reporting, artinya laporan keuangan disusun menurut standar dari domisili perusahaan tersebut.
3. Laporan keuangan disusun menurut standar internasional.
Sejarah Akuntansi Intenasional
Sejarah akuntansi merupakan sejarah internasional. Kronologi berikuk ini menunjukkan bahwa akuntansi telah meraih keberhasilan besar dalam kemampuanya untuk diterapkan dari satu kondisi ke kondisi lainnya sementara di pihak lain memungkinkan timbulnya pengembangan teres-menerus dalam bidang teori dan praktik di seluruh dunla. Sebagai permulaan, sistem pembukuan berpasangan (doithfe-entru Lookkreping), yang umumnya dianggap sebagai awal penciptaaa akuntansi seperti yang kita ketahui selama ini, berawal dari negam-negah kota di Italia pida abad ke-14 dan 15.
Perkernbangannya didorong oleh pertumbuhan perdagangan intemasional di Italia Utara selama masa akhir abad pertengahan dan keinginan pemerintah untuk menemukan cara dalam mengenakan pajak terhadap transaksi komersial. ”Pembukuan Italia” kemudian berilih ke Jerman untuk membantu para pedagang pada zaman Fugger dan Kelompok Hanseatik. Pada waktu yang hampir bersamaan, para filsuf hitvis di Belanda mempertajam cara menghitung pendapatan periodik dan aparat pemerintah di Prancis menemukan keuntungan menerapkan keseluruhan sistem dalam perencanaan dan akuntabilitas pemerintah.  
Perkembangan Inggris Raya menciptakan kebutuhan yang tak terelakkan lagi bagi kepentingan komersial Inggris untuk mengelola dan mengendalikan perusahaan di daerah koloni, dan untuk pencatatan perusahaan kolonial mereka yang akan diperiksa ulang dan diverifikasi. Kebutuhan-kebutuhan mi menyebabkan tumbuhnya masyarakat akuntansi pada tshun 1850-an dan suatu profesi akuntansi publik yang terorganisasi di Skotlandia dan Inggris selama tahun 1870-an. Paktik akuntansi laggris memyebar luas tidak hanya di seluruh Amerika Utara, tetapi juga di seluruh wilayah Persemakmuran Inggris yang ada waktu itu.
Perkembangan pembukuan pencatatan berpasangan. Perkembangan tersebut meliputi hal-hal berikut ini :
1. Sekitar abad ke-16 terjadi beberapa perubahan di dalam teknik-teknik pembukuan. Perubahan yang patut dicatat adalah diperkenalkan jurnal-jurnal khusus untuk pencatatan berbagai jenis transaksi yang berbeda.
2. Pada abad ke-16 dan 17 terjadi evolusi pada praktik laporan keuangan periodik. Sebagai tambahan lagi, di abad ke-17 dan abad ke-18 terjadi evolusi pada personifikasi dari seluruh akun dan transaksi, sebagai suatu usaha untuk merasionalisasikan aturan debit dan kredit yang digunakan pada akun-akun yang tidak pasti hubungannya dan abstrak.
3. Penerapan sistem pencatatan berpasangan juga diperluas ke jenis-jenis organisasi yang lain.
4. Abad ke-17 juga mencatat terjadinya penggunaan akun-akun persediaan yang terpisah untuk jenis barang yang berbeda.
5. Dimulai dengan East India Company di abad ke-17 dan selanjutnya diikuti dengan perkembangan dari perusahaan tadi, seiring dengan revolusi industri, akuntansi mendapatkan status yang lebih baik, yang ditunjukkan dengan adanya kebutuhan akan akuntansi biaya, dan kepercayaan yang diberikan kepada konsep-konsep mengenai kelangsungan, periodisitas, dan akrual.
6. Metode-metode untuk pencatatan aktiva tetap mengalami evolusi pada abad ke-18.
7. Sampai dengan awal abad ke-19, depresiasi untuk aktiva tetap hanya diperhitungkan pada barang dagangan yang tidak terjual.
8. Akuntansi biaya muncul di abad ke-19 sebagai sebuah hasil dari revolusi industri.
9. Pada paruh terakhir dari abad ke-19 terjadi perkembangan pada teknik-teknik akuntansi untuk pembayaran dibayar di muka dan akrual, sebagai cara untuk memungkinkan dilakukannya perhitungan dari laba periodik.
10. Akhir abad ke-19 dan ke-20 terjadi perkembangan pada laporan dana.
11. Di abad ke-20 terjadi perkembangan pada metode-metode akuntansi untuk isu-isu kompleks, mulai dari perhitungan laba per saham, akuntansi untuk perhitungan bisnis, akuntansi untuk inflasi, sewa jangka panjang dan pensiun, sampai kepada masalah penting dari akuntansi sebagai produk baru dari rekayasa keuangan (financial engineering).
Isu-isu Akuntansi Internasional
Konsep dari akuntansi universal atau dunia adalah yang paling luas ruang lingkupnya. Konsep ini mengarahkan akuntansi internasioanal menuju formulasi dan studi atas satu kumpulan prinsip-prinsip akuntansi yang diterima secara universal. Tujuannya adalah untuk mendapatkan satu standardisasi lengkap atas prinsip-prinsip akuntansi secara internasional.
Di dalam kerangka kerja konsep ini, akuntansi internasional dianggap sebagai sebuah sistem universal yang dapat diterapkan di semua negara. Sebuah seperangkat prinsip-prinsip akuntansi yang berlaku umum (generally accepted accounting principles-GAAP) yang diterima di seluruh dunia, seperti yang berlaku di Amerika Serikat, akan dibentuk. Praktik dan prinsip-prinsip yang dikembangkan akan dapat diberlakukan di seluruh negara. Konsep ini akan menjadi sasaran tertinggi dari suatu sistem internasional.
Konsep dari akuntansi komparatif atau akuntansi internasional mengarahkan akuntansi internasional kepada studi dan pemahaman atas perbedaan-perbedaan nasional di dalam skuntansi. Hal ini meliputi :
1. Kesadaran akan adanya keragaman internasional di dalam akuntansi perusahaan dan praktik-praktik pelaporan.
2. Pemahaman akan prinsip-prinsip dan praktik-praktik akuntansi dari masing-masing negara.
3. Kemampuan untuk menilai dampak dari beragamnya praktik-praktik akuntansi pada pelaporan keuangan.
Munculnya paradigma baru di dalam akuntansi internasional memperluas kerangka kerja dan pemikiran untuk memasukkan ide-ide baru dari akuntansi internasional. Sebagai akibatnya, terbit daftar yang sangat panjang akan konsep-konsep dan teori-teori akuntansi yang dibuat oleh Amenkhienan untuk memasukkan hal-hal sebagai berikut :
1. Teori universal atau dunia
2. Teori multinasional
3. Teori komparatif
4. Teori transaksi-transaksi internasional
5. Teori translasi
Masing-masing teori-teori di atas memberikan dasar bagi pengembangan dari sebuah kerangka kerja konseptual untuk akuntansi internasional. Meskipun akan terdapat argumentasi mengenai teori manakah yang akan lebih disukai.
 
Sumber : http://astutimulefa.blogspot.com/2012/07/akuntansi-internasional.html

ANALISIS LAPORAN KEUANGAN PT SINGAPORE TELECOMMUNICATIONS


ANALISIS LAPORAN KEUANGAN

 PT SINGAPORE TELECOMMUNICATIONS

Akuntansi Internasional


Kelompok 3 :
1.   Alien Dwi Putri
2.   Anindya Dita Khoirina
3.   Anita Hotmaulina Manik
4.   Sarah Triwulan 
5.   Yolanda Bella Chrisandri
Kelas             : 4EB13


UNIVERSITAS GUNADARMA
DEPOK
2013

 




BAB I
PENDAHULUAN

A.      Latar Belakang
Tidak bisa dipungkiri lagi perkembangan dunia usaha di Indonesia yang semakin kompetitif menuntut setiap perusahaan untuk dapat mengolah dan melaksanakan manajemen perusahaan menjadi lebih profesional. Bertambahnya pesaing disetiap saat, baik pesaing yang berorientasi lokal maupun pesaing yang berorientasi international (multinational corporation), maka setiap perusahaan harus berusaha menampilkan yang terbaik, baik dalam segi kinerja perusahaan, juga harus ditunjang dengan strategi yang matang dalam segala segi termasuk dalam manajemen keuangan.
Manajemen keuangan sangat berpengaruh terhadap kelangsungan kegiatan dan eksistensi suatu perusahaan serta berpengaruh pula pada setiap individu yang ada dalam perusahaan tersebut. Oleh karena itu, seorang manajer keuangan dituntut untuk dapat menjalankan manajemen keuangan dengan baik, hal ini dilakukan agar perusahaan dapat melaksanakan kegiatan operasional perusahaan dengan lebih efektif dan efisien, sehingga perusahaan dapat mengembangkan dan mempertahankan aktivitas serta keberadaan perusahaan.
Selain manajemen yang baik, dalam suatu perusahaan juga memerlukan analisis terhadap laporan keuangan untuk mengetahui kemampuan perusahaan dalam mengatasi masalah-masalah keuangan perusahaan serta mengambil keputusan yang cepat dan tepat. Melalui analisis laporan keuangan, manajemen dapat mengetahui posisi keuangan, kinerja keuangan dan kekuatan keuangan (financial strength) yang dimiliki perusahaan. Selain berguna bagi perusahaan dan manajemennya, analisis laporan keuangan juga diperlukan oleh pihak-pihak yang berkepentingan lain seperti kreditor, investor dan pemerintah untuk menilai kondisi keuangan perusahaan dan perkembangan dari perusahaan tersebut.
Analisis rasio laporan keuangan yang lazim digunakan adalah analisis rasio likuiditas atau rasio modal kerja, analisis rasio solvabilitas, dan analisis rasio profitabilitas. Analisis rasio likuiditas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka pendek perusahaan. Analisis rasio solvabilitas merupakan rasio untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam memenuhi kewajiban jangka panjang perusahaan. Analisis rasio profitabilitas merupakan rasio yang digunakan untuk mengukur kemampuan perusahaan dalam menghasilkan laba yang dihasilkan dari penjualan.
Singapore Telecommunications Limited adalah perusahaan telekomunikasi terbesar Singapura. Bila pelanggan dari anak perusahaannya digabungkan perusahaan ini memiliki 71 juta pelanggan, dengan begitu SingTel merupakan operator jaringan ponsel terbesar di Asia Pasifik di luar Republik Rakyat Tiongkok. Dulunya merupakan sebuah monopoli pemerintah namun telah diswastanisasikan pada 1992, SingTel juga melakukan jasa dibidang pos, SingPost pada 2003 dan kini berkonsentrasi sebagai penyedia jasa internet, telepon genggam, dan telepon.
SingTel telah mengembangkan diri secara agresif di luar pasar Singapura dan memiliki banyak saham di operator regional lainnya, termasuk 100% saham perusahaan telekomunikasi Australia Optus, diambilalih pada 2000 dari Cable and Wireless dan pemegang saham Optus lainnya. Selain itu, SingTel juga berinvestasi di Indonesia dengan memiliki 35% saham Telkomsel, sebuah operator telepon genggam.
SingTel sebagian besar dimiliki oleh perusahaan kendaraan investasi negara Temasek Holdings. SingTel saat ini dikepalai oleh Lee Hsien Yang, anak termuda dari bekas perdana menteri, sekarang dikenal sebagai Menteri Penasehat Lee Kuan Yew dan saudara dari perdana menteri Singapura sekarang (2005) Lee Hsien Loong.

B.      Rumusan Masalah
1.      Bagaimana kondisi laporan keuangan pada Singapore Telecommunications Limited ?
2.      Seberapa Bagus Kinerja Keuangan pada Singapore Telecommunications Limited ?
3.      Bagaimana Kinerja Keuangan pada Singapore Telecomunications jika diukur dengan menggunakan EVA ?

C.                 Tujuan
1.    Untuk mengetahui kondisi laporan keuangan pada Singapore Telecommunications Limited.
2.    Untuk mengetahui Seberapa Bagus Kinerja Keuangan pada Singapore Telecommunications Limited.
3.    Untuk mengetahui Kinerja Keuangan Perusahaan Singapore Telecomunications jika diukur dengan menggunakan EVA.


BAB II
 LANDASAN TEORI


II.1. Pengertian Laporan Keuangan

Sebelum kita membahas mengenai apa yang dimaksudkan dengan laporan keuangan, lebih baik jika pertama kita mengerti terlebih dahulu apa yang dimaksud dengan akuntansi itu sendiri.
Munawir (1995) mendefinisikan, “Akuntansi adalah seni daripada pencatatan, penggolongan dan peringkasan daripada peristiwa-peristiwa dan kejadian-kejadian yang setidak-tidaknya sebagian bersifat keuangan dengan cara yang setepat-tepatnya dan dengan penunjuk atau dinyatakan dalam uang, serta penafsiran terhadap hal-hal yang timbul daripadanya“ (h. 5).
Smith dan Skousen yang diterjemahkan oleh Tim Penerjemah Penerbit Erlangga (1997) menyatakan, “Akuntansi adalah aktivitas jasa, fungsinya adalah untuk menyediakan informasi kuantitatif, terutama yang bersifat keuangan, tentang entitas (kesatuan) usaha yang dipandang akan bermanfaat dalam pengambilan keputusan ekonomi dalam menetapkan pilihan yang tepat diantara berbagai alternatif tindakan“ (h. 3).
Tunggal (1995) mendefinisikan, “Akuntansi adalah suatu sistem informasi, yaitu data keuangan dari suatu bisnis dicatat, dikumpulkan, dan dikomunikasikan yang akan digunakan untuk mengambil suatu keputusan. Akuntansi adalah suatu bahasa bisnis ( language of business ). Sebagai suatu bahasa, maka akuntansi harus mempunyai sifat yang komunikatif, agar dapat dimengerti oleh pihak yang menggunakannya” (h. 1).


Dari definisi diatas dapat disimpulkan bahwa akuntansi merupakan suatu ringkasan dari suatu proses pencatatan transaksi-transaksi keuangan yang terjadi dalam suatu perusahaan selama kurun waktu tertentu, yang dapat digunakan sebagai alat komunikasi informasi ekonomi untuk bahan pertimbangan dalam mengambil keputusan dan menetapkan pilihan yang tepat diantara berbagai alternatif tindakan bagi pihak-pihak yang berkepentingan dengan perusahaan tersebut.
Produk akhir dari suatu proses Sistem Akuntansi ialah terciptanya suatu laporan keuangan. Oleh karena itu sebelum membahas lebih lanjut mengenai laporan keuangan akan lebih baik jika sudah mengetahui pengertiannya.
Fess dan Warren yang diterjemahkan oleh Sirait, A. Dan Gunawan, H. (1995) mendefiniskan, “Laporan Keuangan adalah laporan akuntansi yang menghasilkan informasi” (h. 18).
Ikatan Akuntan Indonesia ( IAI ) (2002) menyatakan, “Laporan Keuangan merupakan bagian dari proses pelaporan keuangan” (h. 2).
Munawir (1995) mendefinisikan, “Laporan Keuangan pada dasarnya adalah hasil dari proses akuntansi yang dapat digunakan sebagi alat untuk berkomunikasi antara data keuangnan atau aktifitas perusahaan tersebut” (h. 2).
Tunggal (1995) mendefinisikan, “Laporan Keuangan adalah pertanggungjawaban pimpinan suatu perusahaan kepada pemegang saham atau kepada masyarakat umum tentang pengelolaan yang dilaksanakan olehnya dalam suatu masa tertentu, biasanya satu tahun” (h. 79).
Dari  definisi  tentang  laporan  keuangan  tersebut  diatas,  maka  dapat  ditarik simpulan bahwa suatu laporan keuangan merupakan hasil ringkasan data keuangan yang


dapat memberikan informasi keuangan tentang keadaan perusahaan pada suatu periode tertentu yang dapat dijadikan sebagai salah satu dasar di dalam pengambilan keputusan.

Perhitungan Economic Value Added
                        Langkah-langkah menghitung EVA

PT. TELKOM TAHUN 2012

a)         NOPAT
NOPAT   = EAT + Biaya bunga
                    = Rp 374.404.289 + (Rp 75.500)
                    = Rp 374.328.789
Jadi, setelah dilakukan penyesuaian terhadap laba bersih dan biaya bunga maka perusahaan mendapat keuntungan sebesar Rp 374.328.789

b)        Invested Capital
Invested Capital = Kas + Modal + Aktiva Tetap
                             Rp 13.118 + Rp 66.978 + Rp 77.047 = Rp 157.143
Jadi, modal yang diinvestasikan oleh PT. Telkom dalam bentuk aset yang digunakan dalam aktivitas operasional sebesar Rp 157.143

c)         Tingkat modal dari hutang (D)

                                             Total Hutang
     Tingkat Modal  =                                                     X 100%
                                         Total Hutang & Ekuitas
                                                 Rp 44.391
                               =                                                    X 100%
                                                 Rp 111.369

                        =      39,8593 %
Jadi, pendanaan investasi yang berasal dari hutang mencapai 39,8593 %




d)        Cost of  Debt (Rd)

                                 Biaya bunga
Biaya hutang  =                                     X 100%
                                  Total Hutang

                                 Rp 755
                       =                                     X 100%
                                 Rp 44.391

                =    1,7007 %
Jadi, biaya modal yang berasal dari biaya hutang mencapai 1,7007 %

e)         Presentase pajak penghasilan (T)

                                        Beban Pajak
    Tingkat Pajak  =                                      X 100%
                                 Laba Sebelum Pajak

                                      Rp 5.866
                             =                                       X 100%
                                      Rp 24.228

                          =   24,2116 %
Jadi, presentase pajak penghasilan yang dibebankan kepada perusahaan sebesar 24,2116 %%

f)         Cost of Equity (Re)

                                              1
    Cost of Equity  =             X 100%
                                 PER

     PER Tahun 2012 = 3,32 %
        
                                    1
    Cost of Equity =                X 100%
                                 3.32 %

                                        =  30,12 %
Jadi, presentase biaya modal dari biaya ekuitas sebesar 30,12 %

g)        Tingkat Modal dari Ekuitas (E)

                          Total Ekuitas
     E  =                                                    X 100%
                   Total Hutang & Ekuitas

                             Rp 66.978
          =                                                    X 100%
                             Rp 111.369
   
          =   60,14 %
Jadi, pendanaan investasi yang berasal dari ekuitas mencapai 60,14 %


h)        Weighted Average Cost of Capital (WACC)
         WACC = { D x (1-Tax)} + (E x)
   WACC = { 39,8593 % x 1,7007 % (1 - 24,2116 % )} + (60,14 % x 30,12 % )
                 = 186.279,28 %
Jadi, presentase weighted average cost of capital sebesar 186.279,28 %

i)          Hutang Modal ( Capital Charge)
    Capital Charge  =  Invested x WACC
                               =  Rp 157.143 x 186.279,28 %
                               =  Rp 292.724.849
Jadi, beban modal yang telah memperhitung biaya hutang dan biaya ekuitas secara rata-rata tertimbang sebesar Rp 292.724.849

j)          EVA
    EVA   =   NOPAT – Capital Charge
                =   Rp 374.328.789 - Rp 292.724.849
                =   Rp 81.603.940
Jadi, pada tahun 2008 PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. menciptakan nilai tambah ekonomis sebesar Rp 81.603.940
Perhitungan Economic Value Added
                        Langkah-langkah menghitung EVA

PT. TELKOM TAHUN 2012

a)      NOPAT
NOPAT   = EAT + Biaya bunga
                    = Rp 374.404.289 + (Rp 75.500)
                    = Rp 374.328.789
Jadi, setelah dilakukan penyesuaian terhadap laba bersih dan biaya bunga maka perusahaan mendapat keuntungan sebesar Rp 374.328.789

b)        Invested Capital
Invested Capital = Kas + Modal + Aktiva Tetap
                             Rp 13.118 + Rp 66.978 + Rp 77.047 = Rp 157.143
Jadi, modal yang diinvestasikan oleh PT. Telkom dalam bentuk aset yang digunakan dalam aktivitas operasional sebesar Rp 157.143

c)         Tingkat modal dari hutang (D)

                                             Total Hutang
     Tingkat Modal  =                                                     X 100%
                                         Total Hutang & Ekuitas



                                                 Rp 44.391
                               =                                                    X 100%
                                                 Rp 111.369

                        =      39,8593 %
Jadi, pendanaan investasi yang berasal dari hutang mencapai 39,8593 %




d)        Cost of  Debt (Rd)

                                 Biaya bunga
Biaya hutang  =                                     X 100%
                                  Total Hutang

                                 Rp 755
                       =                                     X 100%
                                 Rp 44.391

                =    1,7007 %
Jadi, biaya modal yang berasal dari biaya hutang mencapai 1,7007 %

e)         Presentase pajak penghasilan (T)

                                        Beban Pajak
    Tingkat Pajak  =                                      X 100%
                                 Laba Sebelum Pajak

                                      Rp 5.866
                             =                                       X 100%
                                      Rp 24.228

                          =   24,2116 %
Jadi, presentase pajak penghasilan yang dibebankan kepada perusahaan sebesar 24,2116 %%

f)         Cost of Equity (Re)

                                              1
    Cost of Equity  =             X 100%
                                 PER

     PER Tahun 2012 = 3,32 %
        
                                    1
    Cost of Equity =                X 100%
                                 3.32 %

                                        =  30,12 %
Jadi, presentase biaya modal dari biaya ekuitas sebesar 30,12 %

g)        Tingkat Modal dari Ekuitas (E)

                          Total Ekuitas
     E  =                                                    X 100%
                   Total Hutang & Ekuitas

                             Rp 66.978
          =                                                    X 100%
                             Rp 111.369
    
          =   60,14 %
Jadi, pendanaan investasi yang berasal dari ekuitas mencapai 60,14 %


h)        Weighted Average Cost of Capital (WACC)
         WACC = { D x (1-Tax)} + (E x)
   WACC = { 39,8593 % x 1,7007 % (1 - 24,2116 % )} + (60,14 % x 30,12 % )
                 = 186.279,28 %
Jadi, presentase weighted average cost of capital sebesar 186.279,28 %

i)          Hutang Modal ( Capital Charge)
    Capital Charge  =  Invested x WACC
                               =  Rp 157.143 x 186.279,28 %
                               =  Rp 292.724.849
Jadi, beban modal yang telah memperhitung biaya hutang dan biaya ekuitas secara rata-rata tertimbang sebesar Rp 292.724.849

j)          EVA
    EVA   =   NOPAT – Capital Charge
                =   Rp 374.328.789 - Rp 292.724.849
                =   Rp 81.603.940
Jadi, pada tahun 2008 PT. Tambang Batubara Bukit Asam Tbk. menciptakan nilai tambah ekonomis sebesar Rp 81.603.940
PT. SINGAPORE TELECOMMUNICATIONS TAHUN 2012

a)      NOPAT
NOPAT   = EAT + Biaya bunga
                    =  398.951 + (356,4)
                    = 398.594,6
Jadi, setelah dilakukan penyesuaian terhadap laba bersih dan biaya bunga maka perusahaan mendapat keuntungan sebesar 398.594,6

b)        Invested Capital
Invested Capital = Kas + Modal + Aktiva Tetap
                             254,4 + 66.721 + 472,1 = 793.212
Jadi, modal yang diinvestasikan oleh PT. Sing Tel dalam bentuk aset yang digunakan dalam aktivitas operasional sebesar 793.212

c)         Tingkat modal dari hutang (D)

                                             Total Hutang
     Tingkat Modal  =                                                     X 100%
                                         Total Hutang & Ekuitas



                                                 4.082,1
                               =                                                    X 100%
                                                 9.846,9

                        =      41,4556 %
Jadi, pendanaan investasi yang berasal dari hutang mencapai 41,4556 %


d)        Cost of  Debt (Rd)

                                 Biaya bunga
Biaya hutang  =                                     X 100%
                                  Total Hutang

                                 356,4
                       =                                     X 100%
                                 4.082,1

                =    8,7308 %
Jadi, biaya modal yang berasal dari biaya hutang mencapai 8,7308 %

e)         Presentase pajak penghasilan (T)

                                        Beban Pajak
    Tingkat Pajak  =                                      X 100%
                                 Laba Sebelum Pajak

                                      3.291,2
                             =                                       X 100%
                                      31.172

                          =   10,558 %
Jadi, presentase pajak penghasilan yang dibebankan kepada perusahaan sebesar 10,558 %

f)         Cost of Equity (Re)

                                              1
    Cost of Equity  =             X 100%
                                 PER

     PER Tahun 2012 = 4,14 %
        
                                    1
    Cost of Equity =                X 100%
                                 4,14 %

                                        =  100,241 %
Jadi, presentase biaya modal dari biaya ekuitas sebesar 100,241 %

g)        Tingkat Modal dari Ekuitas (E)

                          Total Ekuitas
     E  =                                                    X 100%
                   Total Hutang & Ekuitas

                             66.712
          =                                                    X 100%
                             9.846,9
   
          =   677,492 %
Jadi, pendanaan investasi yang berasal dari ekuitas mencapai 677,492 %

h)        Weighted Average Cost of Capital (WACC)
         WACC = { D x (1-Tax)} + (E x)
   WACC = {4,4556 %  x 8,7308 % (1 - 10,558 %)} + (677,492 % x 100,241 %)
                 = 406,82 %
Jadi, presentase weighted average cost of capital sebesar 406,82 %

i)          Hutang Modal ( Capital Charge)
    Capital Charge  =  Invested x WACC
                               = 792.212x 406,82 %
                               =  322.694.505,8
Jadi, beban modal yang telah memperhitung biaya hutang dan biaya ekuitas secara rata-rata tertimbang sebesar 322.694,5058

j)          EVA
    EVA   =   NOPAT – Capital Charge
                =   398.594,6 - 322.694.5058
                =   75.900,09

Jadi, pada tahun 2012 PT. Singapore Telecomunications menciptakan nilai tambah ekonomis sebesar 75.900,09

Hasil pengukuran kinerja pada PT. TELKOM dan PT. SINGAPORE TELECOMMUNICATIONS diperoleh EVA>0 atau bernilai positif artinya perusahaan mampu memenuhi harapan pemilik modal sehingga para investor tidak khawatir untuk menanamkan modal sahamnya karena dengan kinerja perusahaan yang baik maka tingkat pengembaliannya terhadap investor akan lebih baik lagi, serta perusahaan harus mampu mempertahankan besar aktiva yang dimilikinya untuk digunakan sebagai kompensasi atau intensif kepada pihak manajemen sebagai pengelola Invested Capital.




BAB III
PENUTUP

III.1  Kesimpulan
Laporan keuangan adalah ringkasan transaksi keuangan sehingga datanya tidak terperinci bahkan mungkin tidak asli lagi karena sudah diolah dengan sedemikian rupa sehingga kelihatan baik karena itu perlu pemeriksaan yang dilakukan oleh seorang akuntan umum yang independent agar dapat dipercaya keasliannya.
Seorang analis dalam melakukan analisis keuangan harus melakukan beberapa langkah, yaitu:
·         Menentukan tujuan dari analisis keuangan
·         Memahami konsep-konsep dan prinsip-prinsip yang mendasari laporan keuangan
·         Memahami kondisi ekonomi dan bisnis yang mempengaruhi usaha perusahaan tersebut.
Analisa keuangan digunakan untuk menilai kelangsungan usaha, stabilitas, profitabilitas dari suatu usaha, sub usaha atapun proyek.Analisa keuangan dilakukan oleh seorang profesional yang menyajikan laporan dalam bentuk rasio yang menggunakan informasi sebagaimana tersaji dalam laporan keuangan. Laporan ini biasanya disajikan kepada pimpinan puncak suatu usaha sebagai acuan untuk mengambil suatu kebijakan perusahaan.Berdasarkan hasil analisa ini maka manajemen dapat memutuskan berbagai keputusan manajemen misalnya :
·         Melanjutkan atau tidak melanjutkan operasional suatu usaha atau bagian dari suatu usaha.
·         Melakukan pembuatan atau pembelian bahan baku dalam proses produksi
·         Melakukan pembelian atau menyewa mesin-mesin produksi.
·         Melakukan penerbitan saham atau melakukan negosiasi untuk memperoleh pinjaman bank guna meningkatkan modal kerja perseroan.
·         Berbagai keputusan lainnya yang memungkinkan manajemen melakukan pilihan yang tepat terhadap berbagai alternatif yang ada dalam mengelola perusahaan..




DAFTAR PUSTAKA

 

Harahap, Sofyan Syafri, Analisis Kritis atas Laporan Keuangan, Edisi Ke-1, PT. Raja Grafindo Persada, Jakarta, 2008
Ikatan Akuntan Indonesia, Pernyataan Standar Akuntansi Keuangan No. 1, Revisi 2009, Dewan Standar Akuntansi Keuangan Ikatan Akuntan Indonesia, Jakarta, 2009
Kasmir, Analisis Laporan Keuangan, Edisi Ke 1-5, Rajawali Pers, Jakarta,    2012
Munawir, S., Analisa Laporan Keuangan, Edisi Ke-4, Liberty, Yogyakarta, 2007
Nuh, Muhammad, Principle Accounting, Fajar, Jakarta, 2006
Sugiono, Arief dan Edy Untung, Panduan Praktis Dasar Analisa Laporan Keuangan, PT. Grasindo, Jakarta, 2008

















Copyright 2009 Sarah Triwulan. All rights reserved.
Free WPThemes presented by Leather luggage, Las Vegas Travel coded by EZwpthemes.
Bloggerized by Miss Dothy